DSpace Repository

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI UPTD PUSKESMAS WITIHAMA, KABUPATEN FLORES TIMUR

Show simple item record

dc.contributor.author Ola Masan, Emanuel Fransiskus
dc.contributor.author Zainuri, Imam
dc.contributor.author Peni, Tri
dc.date.accessioned 2026-06-02T04:45:33Z
dc.date.available 2026-06-02T04:45:33Z
dc.date.issued 2025-12-16
dc.identifier.uri https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4248
dc.description.abstract Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pola asuh orang tua berperan penting dalam pemenuhan gizi, kebersihan, dan pemanfaatan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Witihama. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 151 responden, diperoleh dengan probability sampling menggunakan teknik cluster sampling, dengan unit cluster berdasarkan desa di wilayah kerja UPTD Puskesmas Witihama. Instrumen menggunakan kuesioner yang disebarkan langsung ke responden, sedangkan status stunting ditentukan berdasarkan indeks TB/U sesuai standar WHO. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Pola asuh paling dominan adalah demokratis (62,9%), diikuti otoriter (25,2%) dan permisif (11,9%). Prevalensi stunting mencapai 51,0%, sedangkan 49,0% balita tidak stunting. Uji Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,000; r = 0,372). Proporsi stunting tertinggi terdapat pada pola asuh permisif (83,3%), disusul pola asuh otoriter (55,3%), sedangkan pola asuh demokratis memiliki proporsi stunting terendah (43,2%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting. Pola asuh permisif dan otoriter meningkatkan risiko stunting melalui kurangnya regulasi makan, pengawasan, dan ketidaktepatan perawatan kesehatan. Sebaliknya, pola asuh demokratis berperan sebagai faktor protektif. Intervensi pencegahan stunting perlu difokuskan pada penguatan pola asuh en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Pola Asuh en_US
dc.subject Stunting en_US
dc.subject Balita en_US
dc.title HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI UPTD PUSKESMAS WITIHAMA, KABUPATEN FLORES TIMUR en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account