| dc.description.abstract |
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan
masyarakat di Indonesia, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Pola asuh orang tua berperan penting dalam pemenuhan gizi, kebersihan, dan
pemanfaatan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Witihama. Penelitian ini menggunakan desain
analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian
berjumlah 151 responden, diperoleh dengan probability sampling menggunakan
teknik cluster sampling, dengan unit cluster berdasarkan desa di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Witihama. Instrumen menggunakan kuesioner yang disebarkan
langsung ke responden, sedangkan status stunting ditentukan berdasarkan indeks
TB/U sesuai standar WHO. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji
Spearman Rho. Pola asuh paling dominan adalah demokratis (62,9%), diikuti
otoriter (25,2%) dan permisif (11,9%). Prevalensi stunting mencapai 51,0%,
sedangkan 49,0% balita tidak stunting. Uji Spearman Rho menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada
balita (p = 0,000; r = 0,372). Proporsi stunting tertinggi terdapat pada pola asuh
permisif (83,3%), disusul pola asuh otoriter (55,3%), sedangkan pola asuh
demokratis memiliki proporsi stunting terendah (43,2%). Penelitian ini
menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua berhubungan secara signifikan dengan
kejadian stunting. Pola asuh permisif dan otoriter meningkatkan risiko stunting
melalui kurangnya regulasi makan, pengawasan, dan ketidaktepatan perawatan
kesehatan. Sebaliknya, pola asuh demokratis berperan sebagai faktor protektif.
Intervensi pencegahan stunting perlu difokuskan pada penguatan pola asuh |
en_US |