| dc.description.abstract |
Waktu pulih sadar merupakan indikator penting dalam evaluasi keselamatan pasien pasca general anestesi, salah satu komplikasi utama pasca-anastesi yaitu terjadinya pemanjangan (prolonge) waktu pulih sadar. Sering kali dapat dipicu oleh efek residu anestesi serta kurangnya stimulasi fisiologis tubuh, yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Penilaian waktu pulih sadar menggunakan Aldrette Score sebagai standar refrensi yang digunakan untuk memastikan bahwa pengaruh sedasi benar-benar sudah hilang dan telah kembali pulih. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh pemberian ROM pasif terhadap waktu pulih sadar pasien post operasi dengan general anestesi. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan posttest only non equivalent control group. Populasi pada penelitian ini yaitu 30 responden dengan 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden pada kelompok kontrol menggunakan consecutive sampling. Hasil uji statistic menggunakan Mann-Whitney (uji beda) adalah 0.001 dengan P value < 0.05. Bahwa rata-rata waktu pulih sadar terhadap penilaian Aldrete Score ≥ 8 pada kelompok intervensi lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol yang menandakan adanya pengaruh signifikan dalam pemberian ROM pasif terhadap waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan General Anastesi. Secara fisiologis, ROM pasif meningkatkan aliran balik vena, ventilasi alveolar, dan metabolisme sehingga mempercepat eliminasi obat anestesi. Dengan demikian, ROM pasif berpengaruh signifikan terhadap percepatan waktu pulih sadar pasien post operasi dengan General Anestesi di RS Gatoel mojokerto |
en_US |