| dc.description.abstract |
(Introduction)
Continuity of Care (COC) merupakan pendekatan asuhan kebidanan yang berkesinambungan
dan komprehensif sejak kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru
lahir, hingga pelayanan keluarga berencana (KB). Pendekatan ini bertujuan melakukan
pemantauan kontinu, deteksi dini risiko, serta intervensi sesuai standar guna meningkatkan
kualitas pelayanan, keselamatan ibu dan bayi, serta mendukung upaya penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sesuai rekomendasi World Health
Organization dan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
(Methods)
Asuhan kebidanan dilakukan pada Ny. N usia 31 tahun G3 P1001 Ab100 secara continuity of
care mulai 08 November 2025 sampai 11 Desember 2025. Pelayanan yang diberikan
Kehamilan trimester III (1 kali oleh penulis dan 6 kali oleh tenaga kesehatan), Persalinan
normal, Kunjungan nifas 4 kali (8 jam, 7 hari, 26 hari, 31 hari postpartum), Kunjungan
neonatus 3 kali (8 jam, 7 hari, 26 hari), Pelayanan KB 1 kali (KB suntik 3 bulan). Dalam
pendokumentasian menggunakan metode SOAP.
(Results and Analysis)
(Discussion)
Kehamilan Ny. N dari awal hamil dengan keluhan trimester 1 keluhan mual muntah, dapat
diatasi dengan pasien melakukan pemeriksaan ke dokter dan minum obat secara teratur. Pada
kehamilan trimester ke 3 dengan keluhan ketuban merembes selama 12 jam , di evaluasi dan
observasi DJJ secara berkala dengan hasil pemeriksaan jantung janin dalam keadaan normal ,
sehingga persalinan bisa dilakukan dengan normal tanpa komplikasi. Persalinan diawali
dengan keluhan keluar cairan jernih bercampur lendir darah pada pembukaan 2 cm dan
berlangsung normal hingga kala IV tanpa kesenjangan. Bayi lahir spontan tanggal 10
November 2025 pukul 22.37 WIB, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3200 gram, panjang
badan 51 cm, dan mendapatkan asuhan bayi baru lahir normal. Masa nifas dan neonatus
berjalan normal tanpa komplikasi. Ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan
sebagai metode KB. Kunjungan nifas sebanyak 4 kali menunjukkan involusi uterus normal dan
tidak ditemukan komplikasi. Kunjungan neonatus sebanyak 3 kali menunjukkan pertumbuhan
dan adaptasi bayi dalam batas normal. Ibu memilih menggunakan KB suntik 3 bulan sebagai
metode kontrasepsi. Secara keseluruhan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik.
Pelaksanaan COC pada Ny. N menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang berkesinambungan
dan komprehensif mampu menjaga kondisi ibu dan bayi tetap dalam keadaan normal.
Pemantauan kontinu memungkinkan deteksi dini risiko dan penanganan tepat waktu. Hasil ini
mendukung pentingnya penerapan COC dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan
dan keselamatan ibu serta bayi. Oleh karena itu, bidan diharapkan terus mempertahankan dan
meningkatkan kompetensi sesuai standar pelayanan kebidanan guna mendukung penurunan
AKI dan AKB.
Kata kunci : Continuity of care, ibu hamil, bersalin, nifas dan BBL |
en_US |