DSpace Repository

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT NYERI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASAM URAT DI PUSKESMAS KRANGGAN KOTA MOJOKERTO

Show simple item record

dc.contributor.advisor Santoso, Windu
dc.contributor.advisor Windartik, Emyk
dc.contributor.author Arianto, Fajar
dc.date.accessioned 2026-06-09T03:45:20Z
dc.date.available 2026-06-09T03:45:20Z
dc.date.issued 2026-02-24
dc.identifier.uri https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4263
dc.description.abstract Asam urat adalah kondisi metabolik yang ditandai oleh rasa sakit pada sendi dan dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Nyeri yang dialami pasien sering dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup, namun bukti empiris mengenai hubungan kedua variabel ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat nyeri dengan kualitas hidup pasien asam urat.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling di Puskesmas Kranggan Kota Mojokerto. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri dan kuesioner HRQoL untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Spearman's Rho).Sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (65%) dan nyeri sedang (24,2%). Kualitas hidup responden mayoritas berada pada kategori sedang (47,5%) dan baik (40,8%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,384 dengan nilai signifikansi p = 0,011 (p < 0,05).Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif dan kekuatan lemah antara tingkat nyeri dan kualitas hidup pasien asam urat. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat nyeri, semakin rendah kualitas hidup pasien. Temuan ini sejalan dengan penelitian Hirsch (2010), Chandratre (2013), dan Watson (2023) yang menyatakan nyeri sebagai prediktor utama penurunan kualitas hidup pada pasien gout. Kekuatan hubungan yang lemah mengindikasikan bahwa kualitas hidup dipengaruhi oleh faktor multifaktorial seperti usia, dukungan keluarga, dan adaptasi psikologis. Penanganan asam urat memerlukan pendekatan holistik tidak hanya berfokus pada manajemen nyeri tetapi juga intervensi psikososial dan edukasi berkelanjutan. en_US
dc.publisher UNIVERSITAS BINA SEHAT PPNI en_US
dc.subject Asam Urat en_US
dc.subject Tingkat Nyer en_US
dc.subject Kualitas Hidup en_US
dc.subject Spearman Rho en_US
dc.title HUBUNGAN ANTARA TINGKAT NYERI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASAM URAT DI PUSKESMAS KRANGGAN KOTA MOJOKERTO en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account