| dc.description.abstract |
Layanan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC) adalah bentuk perawatan menyeluruh yang mencakup fase gestasi, proses melahirkan, masa pascapersalinan, perawatan neonatus, hingga layanan kontrasepsi. Implementasi CoC difokuskan pada identifikasi awal terhadap risiko medis dan komplikasi, penguatan mutu asuhan, serta upaya konkret dalam meminimalisir angka kesakitan dan kematian pada kelompok ibu dan anak.
Dokumentasi ini menguraikan praktik asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. “P”, seorang ibu berusia 22 tahun, di Puskesmas Witihama, Flores Timur, NTT pada tahun 2026. Seluruh rangkaian perawatan diorganisir menggunakan alur pikir manajemen kebidanan yang dituangkan dalam format SOAP, yang mengintegrasikan tahap pengumpulan data, penetapan diagnosa, penyusunan rencana tindakan, implementasi, hingga peninjauan hasil dan pencatatan medis.
Selama periode kehamilan, pemeriksaan dilakukan mengacu pada standar 7T guna mengawasi kesejahteraan ibu dan fetus serta mengenali gejala klinis yang mengancam. Saat persalinan, prosedur dijalankan sesuai protokol Asuhan Persalinan Normal (APN) melalui pengawasan ketat dari kala I hingga IV demi menghindari penyulit seperti eklampsia atau perdarahan pasca-melahirkan. Evaluasi masa nifas mengikuti pedoman WHO untuk memvalidasi proses involusi rahim, mencegah risiko sepsis, dan memfasilitasi manajemen laktasi yang efektif. Bagi bayi baru lahir, diberikan perawatan dasar yang mencakup Inisiasi Menyusu Dini (IMD), profilaksis vitamin K, vaksinasi hepatitis B, serta pengamatan perkembangan neonatus. Tahap akhir asuhan melibatkan edukasi dan layanan keluarga berencana guna mewujudkan manajemen reproduksi yang terencana.
Penerapan pola asuhan berkelanjutan pada Ny. “P” membuktikan bahwa pendampingan yang tidak terputus sangat efektif dalam memaksimalkan pengawasan kesehatan ibu dan bayi. Melalui skrining dini dan pemberian edukasi yang relevan, risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan. |
en_US |