| dc.description.abstract |
KEK menyebabkan kebutuhan zat gizi, termasuk zat besi, tidak terpenuhi secara optimal yang dapat berdampak serius menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. M usia 24 tahun di Puskesmas Jatirejo Mojokerto.
Metode asuhan adalah dengan continuity of care dengan jumlah kunjungan sebanyak 10 kali yang meliputi 1 kali kunjungan kehamilan, 1 kali kunjungan persalinan, 4 kali kunjungan nifas, 3 kali kunjungan bayi baru lahir dan 1 kali kunjungan KB.
Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. “M” hamil 38 minggu dengan kondisi risiko tinggi dan KEK (LILA 21 cm, tinggi badan 144,5 cm, dan IMT kurus). Persalinan berlangsung normal spontan, kala II 15 menit, kala III 15 menit, kala IV normal. Ibu nifas mengalami nyeri luka perineum derajat II. Bayi baru lahir perempuan dengan BB 3300 gram dalam kondisi baik. Ibu memilih KB IUD.
Analisa Data masalah pada kasus Ny. “M” menunjukkan bahwa ibu hamil megalami KEK dan risiko tinggi. Persalinan berlangsung spontan dan fisiologis. Masalah masa nifas yaitu adanya nyeri luka perineum. Neonatus lahir dalam kondisi fisiologis normal. Ibu baru KB IUD.
Penerapan Continuity of Care efektif dalam memantau kehamilan risiko tinggi, mendukung pemulihan nifas, serta memastikan kesehatan neonatus, sehingga pelayanan kebidanan dapat berjalan aman, optimal, dan berkesinambungan. |
en_US |