| dc.description.abstract |
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya perfusi perifer tidak efektif akibat gangguan aliran darah ke ekstremitas bawah. Kondisi ini ditandai dengan akral dingin, warna kulit pucat, capillary refill time (CRT) memanjang, kesemutan, dan kebas. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan perfusi perifer adalah Buerger Allen Exercise (BAE), yaitu latihan yang memanfaatkan perubahan posisi ekstremitas dan gerakan kaki untuk memperlancar sirkulasi darah perifer. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien Diabetes Melitus dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif di Ruang Mawar Kuning RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Intervensi yang diberikan berupa Buerger Allen Exercise selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari selama 15 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan pulse oximetry serta pengkajian suhu akral, warna kulit, CRT, dan keluhan pasien. Sebelum intervensi, pasien mengeluhkan kaki kesemutan, kebas, dan terasa dingin. Hasil pemeriksaan menunjukkan akral dingin, CRT 3 detik, warna kulit pucat, serta nilai pulse oximetry sebesar 94%. Setelah pemberian Buerger Allen Exercise selama 3 hari, nilai pulse oximetry meningkat secara bertahap menjadi 95%, 97%, dan 100%. Selain itu, keluhan kesemutan dan kebas berkurang, akral menjadi lebih hangat, CRT membaik menjadi 2 detik, dan warna kulit tampak lebih normal. Penerapan Buerger Allen Exercise terbukti membantu meningkatkan perfusi perifer pada pasien Diabetes Melitus. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai pulse oximetry serta perbaikan tanda dan gejala gangguan perfusi perifer setelah pemberian terapi selama 3 hari. |
en_US |