| dc.description.abstract |
Konstruksi gender dalam masyarakat Indonesia masih memengaruhi cara pandang terhadap peran dan nilai anak dalam keluarga. Dalam beberapa pasangan usia subur, menyatakan keinginan memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu, dengan kecenderungan lebih tinggi pada anak laki-laki sebagai anak pertama. Laporan ini berfokus pada asuhan kebidanan berkelanjutan yang diberikan kepada Ny. H usia 34 tahun di UPTD Puskesmas Jatirejo Mojokerto. Asuhan dilakukan sejak strimester akhir kehamilan hingga masa nifas dan pelayanan KB dengan pendekatan manajemen kebidanan secara komprehensif menggunakan metode SOAP.
Pada kunjungan kehamilan, kondisi ibu baik dan tidak ditemukan masalah, dengan keluhan ringan trimester III yang ditangani secara cepat. Saat persalinan berlangsung secara spontan dan normal pada usia kehamilan 39 minggu dengan standar Asuhan Persalinan Normal (APN) oleh bidan di Puskesmas. Bayi lahir spontan, menangis kuat, dengan berat 3200 gram, dan dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Asuhan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali kunjungan (KF I-IV) dengan hasil yang menunjukkan kondisi pemulihan fisiologis, tanpa adanya komplikasi. Kunjungan neonatus telah dilakukan sebanyak 3 kali (KN I-III), dimana bayi menunjukkan tumbuh kembang yang baik dan tanda-tanda vital dalam batas normal. Pada tahap asuhan KB, Ny. A memilih menjadi akseptor baru KB Implan 2 batang .
Penerapan asuhan kebidanan dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) telah berjalan sesuai dengan teori serta ketentuan standar pelayanan. Pemantauan dilakukan secara terus-menerus mendukung upaya deteksi dini terhadap kemungkinan komplikasi dan sekaligus memberikan dukungan menyeluruh bagi ibu maupun bayi. |
en_US |