| dc.description.abstract |
Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami mahasiswa dan dapat memengaruhi konsentrasi, prestasi akademik, serta kesehatan fisik dan
mental. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan insomnia adalah pola konsumsi kafein. Konsumsi kafein berlebihan dapat menghambat kerja adenosin
di otak sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan tidur. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi kafein dengan kejadian
insomnia pada mahasiswa Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi se-luruh mahasiswa semester VIII Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto sebanyak 196 mahasiswa. Sampel berjumlah 132 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66 responden (50,0%) memiliki pola konsumsi kafein kategori sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan nilai
p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,530. Hasil tersebut
menunjukkan adanya hubungan positif antara pola konsumsi kafein dan kejadian insomnia, yaitu semakin tinggi konsumsi kafein, semakin tinggi tingkat insomnia pada mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini adalah pola konsumsi kafein
berhubungan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Mahasiswa dapat membatasi konsumsi kafein pada sore hingga mal-am hari atau 6-8 jam sebelum tidur, mengurangi penggunaan gadget 1-2 jam sebelum tidur. |
en_US |