| dc.description.abstract |
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi neuropati perifer sehingga menyebabkan penurunan sensitivitas kaki. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya ulkus diabetik hingga amputasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi perifer dan sensitivitas kaki adalah Buerger Allen Exercise (BAE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap sensitivitas kaki berdasarkan Monofilament Test 10g pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah peserta Prolanis aktif di UPTD Puskesmas Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 31 responden. Pengukuran sensitivitas kaki dilakukan menggunakan Monofilament Test 10g sebelum dan sesudah intervensi Buerger Allen Exercise. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sensitivitas kaki setelah dilakukan Buerger Allen Exercise. Nilai mean sensitivitas kaki kanan meningkat dari 3,68 menjadi 8,52, sedangkan kaki kiri meningkat dari 3,58 menjadi 8,39. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan Buerger Allen Exercise terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2. Buerger Allen Exercise dapat meningkatkan perfusi perifer melalui mekanisme muscle pump dan vasodilatasi pembuluh darah sehingga suplai oksigen serta nutrisi ke saraf perifer menjadi lebih optimal. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2. |
en_US |