| dc.description.abstract |
Pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisis perlu mematuhi restriksi cairan untuk mencegah komplikasi akibat kelebihan cairan. Self-efficacy dan dukungan keluarga merupakan faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan restriksi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dan dukungan keluarga dengan kepatuhan restriksi cairan pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisis di RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 215 pasien hemodialisis di RSI Sakinah dengan sampel 69 responden menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Chronic Kidney Disease Self Efficacy (CKD SE), Family Support Scale (FSS), fluid control in Hemodialysis Patients Scale (FCHPS) dan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan tingkat self-efficacy tinggi sebanyak 49 responden (71,0%), tingkat dukungan keluarga baik sebanyak 58 responden (84,1%), kepatuhan restriksi cairan kategori patuh 41 responden (59,4%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan restriksi cairan (p=0,001; r=0,789) dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan restriksi cairan (p=0,000; r=0,455). Penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan restriksi cairan pada pasien hemodialisis. Self-efficacy memiliki peran yang lebih kuat dibandingkan dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan restriksi cairan. Meskipun demikian, dukungan keluarga tetap diperlukan sebagai faktor eksternal yang dapat memperkuat keyakinan dan perilaku patuh pasien selama menjalani hemodialisis. |
en_US |