| dc.description.abstract |
Fitur dalam game online seperti efek musik, animasi visual yang menarik, serta kemampuan pemain mengatur tampilan permainan dapat meningkatkan ketertarikan bermain hingga menyebabkan kecanduan pada remaja. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya peningkatan perilaku agresif akibat paparan konten kekerasan dalam permainan. Perilaku agresif yang tidak terkendali berpotensi memengaruhi hubungan sosial dan perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kecanduan game online dengan perilaku agresif pada remaja di MTs Al Fatah Jabon, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Al Fatah Jabon dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 115 responden. Instrumen yang digunakan yaitu Internet Gaming Disorder Scale (IGD-20) dan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengah responden (43,8%) mengalami kecanduan game online, mayoritas responden (54,8%) memiliki perilaku agresif tinggi. Hasil analisis menunjukkan kecenderungan hubungan antara kecanduan game online dan perilaku agresif pada remaja di Mts Al Fatah Jabon Desa Kedungpandan Kec. Jabon Kab. Sidoarjo. Semakin tinggi kecanduan game online maka semakin tinggi perilaku agresif. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan kecanduan game online melalui peningkatan pengawasan orang tua dalam penggunaan game, pembatasan waktu bermain, edukasi digital yang sehat, dan aktivitas positif di lingkungan keluarga dan sekolah untuk mengurangi perilaku agresif pada remaja. |
en_US |