| dc.description.abstract |
Demensia adalah sindrom penurunan fungsi kognitif yang bersifat progresif, dengan prevalensi yang semakin tinggi seiring bertambahnya usia dan menjadi tantangan kesehatan utama bagi para lansia di panti werdha. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak terapi bermain puzzle terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia yang mengalami demensia di UPT PMKS Pesanggrahan dan Rumah Peduli Lansia. Desain penelitian menerapkan pendekatan pre-experimental dengan model one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 lansia yang mengalami demensia di UPT PMKS Pesanggrahan dan Rumah Peduli Lansia. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan.Kemampuan kognitif diukur menggunakan Montreal Cognitive Assessment Versi Indonesia (MoCA-Ina) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, sebagian besar responden (70,0%) tergolong dalam kategori gangguan kognitif sedang dan tidak ada responden yang termasuk dalam kategori normal. Setelah terapi bermain puzzle, terjadi perubahan distribusi yang signifikan, yaitu 13,3% responden berada pada kategori normal, sementara kategori gangguan kognitif sedang menurun menjadi 13,3%. Hasil analisis Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,583 dan p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan terapi bermain puzzle terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia yang mengalami demensia. Sebanyak 70,0% responden mengalamipeningkatan fungsi kognitif dan tidak ada responden yang mengalami penurunan. Terapi bermain puzzle terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia yang mengalami demensia melalui mekanisme neuroplastisitas dan stimulasi cognitive reserve, sehingga disarankan sebagai bagian dari program stimulasi kognitif rutin. |
en_US |