| dc.description.abstract |
Tingginya intensitas penggunaan media sosial TikTok di kalangan remaja berpotensi menimbulkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kecemasan akibat perasaan tertinggal dari pengalaman atau informasi orang lain. Kemampuan kontrol diri yang belum matang pada masa remaja menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kontrol diri dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja pengguna media sosial TikTok di SMAN 1 Bangsal. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Bangsal sebanyak 420 siswa dengan sampel 205 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Self Control Scale dan Fear of Missing Out Scale. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kontrol diri sedang sebanyak 134 siswa (65,4%) dan FoMO sedang sebanyak 136 siswa (66,3%). Uji Spearman Rho menunjukkan terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan FoMO dengan koefisien korelasi sebesar -0,651 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti semakin tinggi kontrol diri remaja maka semakin rendah FoMO yang dialaminya. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kontrol diri melalui mindfulness, terapi kognitif-perilaku, dan pelatihan manajemen waktu yang didukung oleh edukasi literasi digital di sekolah dan pengawasan orang tua merupakan upaya penting dalam menurunkan FoMO pada remaja. |
en_US |