| dc.description.abstract |
Kehamilan trimester I merupakan fase krusial yang memerlukan adaptasi fisiologis dan psikologis akibat lonjakan hormonal. Peningkatan kadar hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG), estrogen, dan progesteron sering kali memicu keluhan mual muntah berlebihan atau hiperemesis gravidarum. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, serta gangguan pertumbuhan pada janin. penatalaksanaan non-farmakologis seperti pemberian aromaterapi lavender dapat dijadikan solusi efektif bagi perawat untuk menurunkan intensitas mual melalui stimulasi sistem limbik di otak yang memicu efek relaksasi. Penulisan ini bertujuan Menganalisis dan memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester I yang mengalami hiperemesis gravidarum dengan masalah keperawatan nausea melalui penerapan terapi non-farmakologis aromaterapi lavender. Metode yang digunakan desain studi kasus asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien kelolaan utama (Ny. A) yang mengalami hiperemesis gravidarum di trimester I. Tahapan asuhan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi selama 5 hari, serta evaluasi hasil tindakan. Intervensi inovasi yang diterapkan adalah pemberian aromaterapi lavender menggunakan diffuser.Hasil menunjukkan adanya penurunan rasa mual yang dialami ditandai dengan keluhan mual berkurang drastis (menjadi 1–2 kali saja sehari), nafsu makan meningkat, wajah tidak lagi pucat, dan mukosa bibir menjadi lembab. Kesimpulan penelitian ini yaitu Pemberian asuhan keperawatan terarah yang dikombinasikan dengan terapi non-farmakologis aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nausea dan memperbaiki status kenyamanan serta pemenuhan nutrisi pada ibu hamil trimester I dengan hiperemesis gravidarum |
en_US |