| dc.description.abstract |
Sectio caesarea (SC) merupakan prosedur pembedahan mayor yang sering digunakan untuk menangani kondisi kehamilan berisiko tinggi. Tindakan ini melibatkan insisi pada dinding abdomen dan uterus guna mengeluarkan janin. Rasa nyeri tersebut muncul sebagai respons terhadap cedera jaringan dan proses inflamasi lokal yang timbul akibat tindakan pembedahan. Tujuan umum dari studi kasus ini yaitu memberikan asuhan keperawatan dengan masalah nyeri pada pasien post sectio caesarea di RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Dengan metode penelitian case study atau studi kasus. Asuhan keperawatan dilakukan selama 3x24 jam dari tanggal 27 Oktober 2025 hingga 29 Oktober 2025. Dengan tindakan untuk mengukur kualitas nyeri, lokasi, karakteristik, durasi, penyebab dan pemicu nyeri, pemberian teknik non-farmakologis terapi relaksasi benson, serta menganjurkan pasien untuk mengulangi teknik relaksasi benson jika nyeri itu muncul. Hasil evaluasi dari 3x24 jam nyeri akut teratasi sebagian, hal ini dapat dibuktikan dari kriteria hasil yang sudah tercapai yaitu pasien mampu menggunakan teknik relaksasi benson dan nyeri menurun dari skala 7 (nyeri berat) menjadi skala 3 (nyeri ringan). Pada hasil data subjektif menunjukkan bahwa pasien mengatakan berkat teknik yang telah diberikan oleh perawat ia sudah bisa mengontrol nyeri sendiri sehingga tidak terlalu sakit jika dibuat bergerak dan aktivitas ringan, sedangkan pada data objektif pasien tidak terlihat meringis, pasien sudah tidak tampak menahan nyeri, pasien tampak lebih rileks dan nyaman. Teknik relaksasi benson melibatkan pernapasan dan keyakinan individu sehingga otot tubuh lebih rileks, muncul rasa nyaman, serta konsumsi oksigen menurun. Jadi teknik ini mudah untuk diterapkan dan terbukti efektif menurunkan nyeri pasca sectio caesarea. Maka dari itu diharapkan adanya SOP di rumah sakit sebagai acuan untuk pelayanan keperawatan yang lebih optimal, terutama bagi pasien post sectio caesarea. |
en_US |