| dc.description.abstract |
Stres akademik merupakan kondisi tekanan yang dialami siswa akibat tuntutan akademik yang berlebihan dan dapat memengaruhi perilaku siswa, termasuk munculnya perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres akademik dengan perilaku agresif pada siswa kelas XI jurusan Teknik Kimia Industri di SMKN 1 Mojoanyar. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Mojoanyar pada bulan April 2026 dengan menggunakan desain kuantitatif analitik korelasi dengan pendekatan cross- sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Teknik Kimia Industri SMKN 1 Mojoanyar sebanyak 96 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 96 responden. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) untuk mengukur stres akademik dan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur perilaku agresif. Hasil penelitian lebih dari separuh responden mengalami stres akademik tinggi (51%) dan hampir separuh responden memiliki perilaku agresif tinggi (46,9%). Berdasarkan hasil crosstab menunjukkan responden yang memiliki stres akademik rendah mempunyai perilaku agresif rendah sebanyak (34,0%) dan responden yang memiliki stres akademik tinggi mempunyai perilaku agresif tinggi sebanyak (61,2%). Artinya terdapat hubungan stres akademik dengan perilaku agresif pada siswa kelas XI SMKN 1 Mojoanyar. Semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami siswa, maka semakin tinggi kecenderungan munculnya perilaku agresif. Hal ini karena tekanan akademik yang berlebihan dapat mengganggu regulasi emosi, meningkatkan frustrasi, dan menurunkan kemampuan siswa dalam mengendalikan respons terhadap berbagai situasi. Akibatnya, siswa lebih mudah mengekspresikan emosi negatif melalui perilaku agresif, baik secara fisik, verbal, maupun dalam bentuk permusuhan. |
en_US |