| dc.description.abstract |
Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada pasien selama 24 jam. Tingginya tuntutan pekerjaan, ketidak seimbangan antara jumlah perawat dengan jumlah pasien, kebutuhan pelayanan yang optimal, serta tanggung jawab terhadap keselamatan pasien dapat meningkatkan beban kerja yang berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan stres kerja perawat di ruang rawat inap RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 perawat yang masuk ke kriteria inklusi dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner NASA-TLX untuk mengukur beban kerja dan ENSS untuk mengukur stres kerja. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja kategori sedang sebanyak 69 orang (79,3%), sedangkan stres kerja kategori sedang dialami oleh 66 orang (75,9%). Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,001 dengan koefisien korelasi r = 0,354. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja perawat dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi lemah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja yang dialami perawat, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dirasakan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan beban kerja yang lebih efektif serta dukungan dari rumah sakit untuk membantu perawat mengurangi stres kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan RS. |
en_US |