| dc.description.abstract |
CVA infark acute merupakan kondisi kegawatdaruratan neurologis yang dapat menyebabkan gangguan perfusi serebral dan ketidakstabilan hemodinamik. Pemberian terapi oksigen merupakan salah satu intervensi awal yang dilakukan untuk meningkatkan oksigenasi jaringan dan mempertahankan stabilitas hemodinamik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan respons hemodinamik pasien CVA infark acute sebelum dan sesudah pemberian terapi oksigen di Ruang IGD RS Mawaddah Medika Ngoro Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi parameter hemodinamik meliputi tekanan darah, frekuensi nadi, saturasi oksigen (SpO₂), dan Mean Arterial Pressure (MAP) sebelum dan sesudah pemberian terapi oksigen. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi oksigen terjadi perbaikan parameter hemodinamik yang ditandai dengan peningkatan rata-rata saturasi oksigen dari 93,00% menjadi 97,91%, serta penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 148,25 mmHg menjadi 134,50 mmHg, tekanan darah diastolik dari 88,75 mmHg menjadi 83,50 mmHg, frekuensi nadi dari 93,22 kali/menit menjadi 81,00 kali/menit, dan Mean Arterial Pressure (MAP) dari 108,59 mmHg menjadi 100,53 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistolik (0,000), tekanan darah diastolik (0,001), frekuensi nadi (0,000), SpO₂ (0,000), dan Mean Arterial Pressure (MAP) (0,000), sehingga seluruh variabel memiliki (p-value < 0,05). Terapi oksigen efektif mempertahankan stabilitas hemodinamik pada pasien CVA infark Acute, sehingga dapat digunakan sebagai intervensi awal dalam penatalaksanaan pasien CVA infark Acute di IGD. |
en_US |