| dc.description.abstract |
Cedera kepala berisiko menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (TIK),
penurunan perfusi serebral, dan cedera otak sekunder. Kondisi ini dapat ditandai
dengan refleks Cushing berupa hipertensi, bradikardia, penurunan kesadaran, serta
peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP), sehingga memunculkan diagnosis
keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif. Posisi head up 30° merupakan
intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan aliran balik vena serebral dan
mempertahankan perfusi otak. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus
deskriptif pada satu pasien pasca operasi epidural hematoma (EDH) di ruang ICU.
Asuhan keperawatan dilakukan selama 3×24 jam dengan intervensi utama posisi head
up 30°. Pengkajian menunjukkan tanda refleks Cushing berupa tekanan darah 180/100
mmHg, nadi 56 kali/menit, MAP 127 mmHg, somnolen, FOUR Score 14, agitasi, dan
gelisah. Setelah penerapan head up 30°, MAP menurun menjadi 97 mmHg, nadi
meningkat menjadi 78 kali/menit, kesadaran membaik menjadi compos mentis dengan
FOUR Score 16, agitasi berkurang, serta tidak ditemukan tanda peningkatan TIK.
Penerapan head up 30° membantu memperbaiki hemodinamik melalui peningkatan
aliran balik vena serebral, menurunkan MAP yang meningkat akibat refleks Cushing,
serta mendukung pencegahan perfusi serebral tidak efektif pada pasien cedera kepala. |
en_US |