| dc.description.abstract |
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan gangguan perfusi perifer akibat hiperglikemia berkepanjangan sehingga meningkatkan risiko neuropati dan komplikasi pada ekstremitas bawah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Ny. T, perempuan berusia 62 tahun yang tinggal di panti werdha. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Intervensi keperawatan meliputi pemantauan sirkulasi perifer, pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), pemeriksaan sensitivitas kaki, pemantauan kadar glukosa darah, senam kaki diabetik selama 10–15 menit selama tiga hari, edukasi mengenai tanda dan gejala gangguan sirkulasi perifer, serta kolaborasi pemberian glibenclamide. Hasil menunjukkan pasien mengalami kesemutan, kebas, kaki terasa dingin, lesi pada kaki, kadar glukosa darah 211 mg/dL, Capillary Refill Time (CRT) 3 detik, dan ABI 0,85. Setelah intervensi, keluhan kesemutan dan kebas berkurang, pasien mampu melakukan senam kaki diabetik secara mandiri, CRT membaik menjadi 2 detik, ABI meningkat menjadi 0,90, dan kadar glukosa darah menurun menjadi 168 mg/dL. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui senam kaki diabetik, pemantauan perfusi perifer, edukasi, dan kolaborasi terapi farmakologis dapat mendukung perbaikan perfusi perifer pada pasien diabetes melitus. |
en_US |