| dc.description.abstract |
Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan kerusakan nefron dan penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). Pada pasien pradialisis, penurunan fungsi ginjal menyebabkan gangguan homeostasis cairan dan elektrolit, termasuk natrium serum, yang dapat mempercepat progresivitas penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan LFG dengan kadar natrium serum pada pasien GGK pradialisis di RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 215 pasien GGK non-dialisis, dengan sampel 80 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data LFG dihitung menggunakan rumus CKD-EPI berdasarkan kadar kreatinin, sedangkan kadar natrium serum diperoleh dari rekam medis. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho dengan α < 0,05. Mayoritas responden berada pada Stadium 4 penurunan fungsi ginjal sebanyak 57 orang (71,25%). Sebagian besar mengalami hipernatremia sebanyak 65 orang (81,25%), sedangkan hiponatremia ditemukan pada 5 orang (6,25%). Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai p-value = 0,022 dengan α < 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan laju filtrasi glomerulus dengan kadar natrium serum pada pasien GGK pradialisis. Tingkat nilai yang dihasilkan oleh koefisien korelasi (r) sebesar 0,255 menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah. Sehingga pemantauan kedua parameter tersebut penting dilakukan untuk mendukung evaluasi kondisi klinis, memantau perkembangan penyakit, serta mendeteksi gangguan elektrolit sedini mungkin sehingga komplikasi yang lebih berat pada pasien GGK pradialisis dapat dicegah. |
en_US |