| dc.description.abstract |
Kehamilan post date dan oligohidramnion merupakan komplikasi yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Pendekatan Continuity of Care (COC) diperlukan untuk memberikan asuhan kebidanan secara berkesinambungan mulai masa kehamilan hingga keluarga berencana guna mendeteksi dini komplikasi dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Tujuan asuhan ini memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “A” usia 22 tahun di Puskesmas Pungging dengan pendokumentasian SOAP. Metode yang digunakan Studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care pada Ny. “A” usia 22 tahun di UPTD Puskesmas Pungging Kabupaten Mojokerto. Asuhan dilakukan selama ±61 hari menggunakan metode pendokumentasian SOAP, meliputi 2 kali kunjungan kehamilan, 1 kali persalinan, 4 kali kunjungan nifas, 3 kali kunjungan neonatus, dan 1 kali kunjungan keluarga berencana. Selama kehamilan trimester III kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pada usia kehamilan aterm ditemukan komplikasi post date disertai oligohidramnion sehingga dilakukan terminasi kehamilan melalui sectio caesarea. Bayi lahir laki-laki dengan berat badan 3100 gram, menangis kuat, bergerak aktif, dan tidak ditemukan kelainan. Masa nifas berlangsung fisiologis dengan proses involusi uterus normal, produksi ASI lancar, serta luka operasi sembuh dengan baik. Pada akhir asuhan ibu memilih menggunakan kontrasepsi IUD. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan dan teori yang berlaku. Penerapan Continuity of Care memungkinkan deteksi dini komplikasi post date dan oligohidramnion sehingga penatalaksanaan dapat dilakukan secara tepat. Asuhan berkelanjutan juga mendukung pemulihan ibu pasca sectio caesarea, kesehatan neonatus, serta keberhasilan penggunaan kontrasepsi pascapersalinan. |
en_US |