| dc.description.abstract |
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi vaskular, salah satunya peripheral artery disease (PAD) dan ulkus kaki diabetik. Salah satu upaya pencegahannya adalah perilaku perawatan kaki secara mandiri, yang efektivitasnya perlu dinilai objektif melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), metode sederhana dan non-invasif untuk mendeteksi risiko komplikasi vaskular sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku perawatan kaki dengan nilai ABI pada pasien diabetes mellitus di UPTD Puskesmas Dlanggu. Desain penelitian adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 responden diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Nottingham Assessment of Functional Foot Care (NAFF) dan sphygmomanometer digital, dengan analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan dari responden dengan perilaku perawatan kaki kurang baik, sebanyak 16 responden (69,6%) memiliki nilai ABI normal dan 7 responden (30,4%) memiliki nilai ABI tinggi. Sementara dari responden dengan perilaku perawatan kaki baik, sebanyak 6 responden (85,7%) memiliki nilai ABI normal dan 1 responden (14,3%) memiliki nilai ABI rendah. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,096 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dengan nilai ABI. Nilai ABI diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti usia, lama menderita DM, dan kebiasaan merokok, dibandingkan perawatan kaki harian yang bersifat preventif pada permukaan kaki. Meskipun demikian, perawatan kaki tetap penting untuk mencegah komplikasi seperti ulkus diabetik, sehingga perlu diintegrasikan dalam program edukasi diabetes di layanan kesehatan primer disertai pemeriksaan ABI berkala untuk deteksi dini resiko PAD. |
en_US |