| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Gout arthritis merupakan gangguan metabolisme purin yang memicu peningkatan kadar asam urat (hiperurisemia), sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan sendi, dan keterbatasan mobilitas pada lansia. Salah satu terapi komplementer yang berpotensi menurunkan asam urat adalah pemberian air rebusan daun salam (Syzygium polyanthum) karena mengandung flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan terapi air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis di UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang lansia penderita gout arthritis. Intervensi berupa pemberian 200 ml air rebusan daun salam dua kali sehari selama lima hari, yang dikombinasikan dengan latihan Range of Motion (ROM), edukasi diet rendah purin, serta peningkatan konsumsi air putih. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran kadar asam urat sebelum serta sesudah intervensi. Hasil: Setelah lima hari intervensi, kadar asam urat klien turun dari 8,8 mg/dL menjadi 8,1 mg/dL. Skala nyeri juga berkurang dari 5 menjadi 3, disertai penurunan kekakuan sendi dan peningkatan kemampuan mobilisasi harian. Pembahasan: Pemberian air rebusan daun salam efektif sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan kadar asam urat, meredakan nyeri, dan meningkatkan mobilitas lansia. Keberhasilan intervensi ini didukung oleh kepatuhan klien dalam mengonsumsi rebusan daun salam, menjalankan diet rendah purin, mencukupi asupan cairan, serta melakukan latihan ROM secara teratur. |
en_US |