| dc.description.abstract |
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia sebagai
akibat dari proses penuaan yang menyebabkan elastisitas pembuluh darah menurun.
Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan tekanan darah disertai keluhan nyeri kepala,
terutama pada bagian tengkuk, sehingga aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup penderita
menjadi terganggu. Selain terapi farmakologis, penatalaksanaan hipertensi dapat didukung
dengan terapi nonfarmakologis, salah satunya melalui konsumsi jus mentimun. Kandungan
kalium, magnesium, antioksidan, serta kadar air yang tinggi pada mentimun diduga
berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah. Penulisan studi kasus ini bertujuan
menganalisis penerapan asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan hipertensi
melalui pemberian jus mentimun di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto.
Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif terhadap satu pasien lansia yang
menjalani asuhan keperawatan selama tiga hari (3×24 jam), meliputi tahap pengkajian,
penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi.
Intervensi dilakukan dengan memberikan jus yang dibuat dari 200 gram mentimun dan 100
mL air matang, kemudian dikonsumsi satu kali setiap hari setelah sarapan selama tiga hari
berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi menggunakan
metode PQRST, pemeriksaan fisik, serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah
intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dari 167/96 mmHg
menjadi 139/88 mmHg, penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 2, peningkatan kualitas tidur,
pasien tampak lebih rileks, serta mampu melakukan aktivitas harian dengan lebih nyaman
tanpa efek samping yang ditemukan selama intervensi. Pemberian jus mentimun dapat
menjadi terapi komplementer yang mendukung asuhan keperawatan gerontik dalam
membantu mengendalikan tekanan darah dan mengurangi keluhan nyeri pada lansia
dengan hipertensi |
en_US |