| dc.description.abstract |
Hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan preveliensi yang terus meningkat didunia. Namun pengelolaan penyakit oleh pasien masih belum optimal, termasuk belum melakukan self management secara baik, dimana self management dapat dipengaruhi oleh illness perception. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan illness perception dengan self management pada pasien hipertensi di Puskesmas Kemlagi. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya seluruh peserta Prolanis yang menderita hipertensi di Puskesmas Kemlagi sebanyak 135 orang, didapatkan sampel sebanyak 70 orang yang diambil dengan purposive sampling. Variabel independennya illness perception dan variabel dependennya self management. Data diambil menggunakan kuesioner illness perception questionnaire-revised (IPQ-R) dan kuesioner self-care of hypertension inventor (SCHI). Analisis data menggunakan uji statistik spearman's rank. Hasil penelitian menunjukkan p value = 0,000 < α = 0,05 artinya terdapat hubungan antara illness perception dengan self management pada pasien hipertensi di Puskesmas Kemlagi dengan nilai r = 0,538 yang menunjukkan hubungan kuat dan korelasi positif. Semakin tinggi ilness perception maka semakin tinggi pula self management, begitu pula sebaliknya semakin rendah ilness perception maka semakin rendah pula self managementnya. Namun tingkat illness perception dan self management seseorang juga dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga/sosial, kepatuhan, memiliki jaminan kesehatan, komorbiditas, usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, motivasi, self efficacy, dan hambatan yang dirasakan. Oleh karena itu, intervensi yang diberikan tidak hanya fokus pada terapi farmakologis, tetapi juga perlu mengembangkan edukasi untuk meningkatkan illness perception menjadi lebih adaptif untuk meningkatkan pula self management. |
en_US |