| dc.description.abstract |
Diabetes melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang
ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi
insulin. Kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol memerlukan penatalaksanaan
komprehensif melalui terapi farmakologis dan intervensi keperawatan
komplementer. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi pijat
refleksi kaki yang berpotensi meningkatkan sirkulasi darah perifer dan perfusi
jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada
pasien dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah melalui penerapan
terapi pijat refleksi kaki. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan
pendekatan asuhan keperawatan pada satu pasien. Intervensi diberikan selama 3
hari (3×24 jam) dengan pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan sesudah
tindakan setiap harinya. Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa
darah secara bertahap, yaitu dari 345 mg/dL menjadi 329 mg/dL pada hari pertama,
dari 319 mg/dL menjadi 304 mg/dL pada hari kedua, dan dari 300 mg/dL menjadi
279 mg/dL pada hari ketiga. Selain itu, pasien menunjukkan peningkatan
kenyamanan selama perawatan. Penurunan kadar glukosa darah tersebut diduga
berkaitan dengan peningkatan sirkulasi darah perifer akibat stimulasi terapi pijat
refleksi kaki, sehingga mendukung perfusi jaringan dan pemanfaatan glukosa.
Namun demikian, hasil ini juga dipengaruhi oleh terapi medis seperti pemberian
insulin dan cairan intravena. Dengan demikian, terapi pijat refleksi kaki berperan
sebagai intervensi komplementer dalam membantu pengendalian kadar glukosa
darah. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena merupakan studi kasus pada satu
pasien dengan durasi pengamatan yang singkat. |
en_US |