| dc.description.abstract |
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan hambatan aliran udara progresif sehingga menyebabkan gangguan ventilasi dan pertukaran gas yang berdampak pada penurunan saturasi oksigen. Penurunan saturasi oksigen dapat memperburuk kondisi pasien dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah kombinasi tripod position dan balloon blowing exercise. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi tripod position dan balloon blowing exercise terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK di Poli Paru RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest dan posttest. Sampel penelitian berjumlah 50 pasien PPOK yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi penelitian. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter sebelum dan sesudah pemberian kombinasi tripod position dan balloon blowing exercise. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen (SpO₂) sebelum intervensi sebesar 93,72% dan meningkat menjadi 95,02% setelah intervensi dengan selisih peningkatan sebesar 1,30%. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -5,811 dan p-value = 0,000 (p<0,05), sehingga disimpulkan terdapat pengaruh kombinasi tripod position dan balloon blowing exercise terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK di Poli Paru RSI Sakinah Mojokerto. Tripod position membantu mengoptimalkan kerja diafragma dan meningkatkan ekspansi paru, sedangkan balloon blowing exercise membantu memperpanjang fase ekspirasi, mengurangi air trapping, dan meningkatkan ventilasi alveolar sehingga dapat meningkatkan saturasi oksigen. |
en_US |