| dc.description.abstract |
Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa rutin
sering kali menghadapi komplikasi sistemik, khususnya gangguan kualitas tidur
dan kelelahan ekstrem (fatigue). Kedua kondisi klinis ini saling berinteraksi dan
secara signifikan memperberat kapasitas fungsional pasien. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan fatigue pada pasien.
CKD di ruang Hemodialisa RS Gatoel Mojokerto. Desain penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan rancangan cross-sectional
yang melibatkan 68 responden melalui teknik consecutive sampling. Data
dikumpulkan melalui kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan
Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F), lalu
dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan
sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 50 orang (73,5%)
dan mengalami fatigue tingkat berat sebanyak 49 orang (72,1%). Hasil uji bivariat
Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan yang kuat dan
berlawanan arah antara kedua variabel (p = 0,000; r = -0,617), yang berarti semakin
buruk kualitas tidur maka fatigue pasien akan semakin berat. Hubungan ini terjadi
karena gangguan tidur menyebabkan tubuh gagal mencapai fase deep sleep yang
adekuat, sehingga secara langsung menggangu proses resistensis ATP (energi sel)
dan menghambat pemulihan energi luar tubuh. Akibat waktu istirahat yang tidak
optimal ini, kondisi fisiologis pasien CKD semkin memperburuk akumulasi
kelelahan fisik yang bermanifestasi secara klinis sebagai fatigue. |
en_US |