| dc.description.abstract |
Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah masalah kesehatan di seluruh dunia
yang menunjukkan peningkatan angka kematian. Penurunan kemampuan ginjal
menyebabkan anemia akibat kurangnya eritropoietin (EPO), dan keadaan ini
diperburuk oleh prosedur hemodialisis yang dilakukan berulang kali. Rendahnya
hemoglobin berdampak pada pasokan oksigen, yang kemudian memicu hipoksia
jaringan serta ditunjukkan dengan keluhan kelelahan yang parah. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan
tingkat fatigue pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Gatoel
Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Populasi yang terlibat berjumlah 210 orang, dan
sampel terdiri dari 68 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive
sampling. Variabel independen adalah kadar hemoglobin dan variabel dependen
tingkat fatigue. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner FACIT
Fatigue dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Test. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa p = 0,000 < 0,05, yang berarti ada hubungan antara kadar
hemoglobin dan tingkat fatigue, dengan nilai r = 0,645 menunjukkan adanya
korelasi kuat dan positif. Hubungan positif ini menunjukkan bahwa semakin rendah
kadar hemoglobin, semakin rendah pula skor fatigue pasien, yang menunjukkan
tingkat kelelahan yang lebih berat. Penurunan kadar hemoglobin menyebabkan
hipoksia pada jaringan otak dan otot, sehingga mengganggu proses metabolisme
energi. Keadaan ini mengurangi kemampuan fisik dan berujung pada kelelahan
yang parah. Diharapkan rumah sakit secara teratur memantau kadar hemoglobin
dan memberikan edukasi kepada pasien tentang pengelolaan anemia untuk
mengurangi kelelahan yang berkepanjangan. |
en_US |