| dc.description.abstract |
Discharge planning merupakan proses penting dalam pelayanan keperawatan yang bertujuan menjamin kesinambungan perawatan pasien setelah pulang dari rumah sakit. Pelaksanaan discharge planning yang optimal dapat meningkatkan kesiapan pasien dan keluarga, mencegah komplikasi, mengurangi risiko readmission, serta meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi discharge planning di Ruang Rawat Inap JS Rumah Sakit IH Mojokerto serta menyusun strategi peningkatan berdasarkan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan observasional. Responden penelitian berjumlah 17 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi discharge planning berada pada kategori baik sebesar 88,2%, sedangkan 11,8% berada pada kategori cukup baik. Analisis SWOT menunjukkan nilai Strength 3,67, Weakness 1, Opportunity 4, dan Threat 3, sehingga implementasi discharge planning berada pada Kuadran I (Growth Oriented Strategy). Hasil ini menunjukkan bahwa rumah sakit memiliki kekuatan dan peluang untuk meningkatkan kualitas implementasi discharge planning melalui optimalisasi pelaksanaan sejak pasien masuk rumah sakit, standarisasi materi edukasi, peningkatan kompetensi perawat, pemanfaatan media edukasi, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. Dengan demikian, implementasi discharge planning di Ruang Rawat Inap JS Rumah Sakit IH Mojokerto telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan penguatan edukasi, dokumentasi, dan kompetensi perawat agar mutu pelayanan keperawatan dan kesinambungan perawatan pasien terus meningkat. |
en_US |