| dc.description.abstract |
Turnover intention merupakan kecenderungan perawat untuk meninggalkan organisasi secara sukarela yang berdampak pada penurunan kualitas pelayanan, peningkatan beban kerja, serta meningkatnya biaya operasional rumah sakit. Salah satu faktor yang mempengaruhi turnover intention adalah pengembangan karir. Pengembangan karir yang baik dapat meningkatkan motivasi, kepuasan kerja, dan loyalitas perawat terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengembangan karir dengan turnover intention pada perawat rawat inap di Rumah Sakit Umum Anwar Medika Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 120 perawat rawat inap dengan sampel 92 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner CGSN untuk mengukur pengembangan karir dan TIS untuk mengukur turnover intention yang kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Didapatkan hasil sebagian besar perawat memiliki pengembangan karir cukup sebanyak 37 responden (40,2%) dan perawat yang memiliki turnover intention sebanyak 47 responden (51,1%). Hasil uji analisis Spearman Rho menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,728 yang menunjukkan hubungan dari kedua variabel kuat dengan arah negatif yang artinya terdapat hubungan antara pengembangan karir dengan turnover intention pada perawat rawat inap Rumah Sakit Umum Anwar Medika Kabupaten Sidoarjo. Semakin baik pengembangan karir maka turnover intention akan semakin rendah. Ketika pengembangan karir kurang maka turnover intention akan semakin tinggi. |
en_US |