| dc.description.abstract |
Pasien kritis yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) memiliki risiko mortalitas yang tinggi akibat gangguan fungsi organ dan perubahan kondisi klinis yang dapat terjadi secara cepat. Quick Sequential Organ Failure Assessment (qSOFA) merupakan instrumen skrining sederhana yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko mortalitas berdasarkan frekuensi napas, tekanan darah sistolik, dan tingkat kesadaran. Penelitian ini bertujuan menggambarkan risiko mortalitas pasien di ICU menggunakan skor qSOFA di RS Islam Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif longitudinal dengan observasi selama tiga hari. Populasi penelitian berjumlah 174 pasien, dengan sampel sebanyak 172 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi qSOFA dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari pertama sebagian besar pasien berada pada kategori risiko mortalitas rendah sebanyak 99 responden (57,56%) dan risiko tinggi sebanyak 73 responden (42,44%). Pada hari kedua proporsi risiko mortalitas tinggi meningkat menjadi 88 responden (51,16%), kemudian kembali meningkat pada hari ketiga menjadi 94 responden (54,65%), sedangkan proporsi risiko rendah terus menurun selama masa observasi. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin lama pasien dirawat di ICU, semakin tinggi risiko mortalitas yang dialami, dan skor qSOFA dapat digunakan untuk memantau peningkatan risiko mortalitas pada pasien ICU secara serial. Dengan demikian, qSOFA dapat menjadi alat skrining yang membantu deteksi dini perburukan kondisi pasien kritis di ICU. |
en_US |