| dc.description.abstract |
Pada fase akut stroke sering terjadi peningkatan kadar glukosa darah sebagai respons stres maupun akibat penyakit metabolik yang telah ada sebelumnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan jenis stroke pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 100 data rekam medis pasien stroke yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 63 responden (63,0%) mengalami hiperglikemia dan 37 responden (37,0%) memiliki kadar glukosa darah normal. Berdasarkan jenis stroke, 52 responden (52,0%) mengalami stroke hemoragik dan 48 responden (48,0%) mengalami stroke iskemik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,010 (p<0,05), sehingga terdapat hubungan antara kadar glukosa darah dengan jenis stroke. Analisis penulis menunjukkan bahwa hiperglikemia cenderung ditemukan pada pasien stroke hemoragik dibandingkan stroke iskemik. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar glukosa darah sejak pasien tiba di IGD perlu dilakukan sebagai bagian dari pengkajian awal untuk mendukung pengambilan keputusan klinis pada pasien stroke. |
en_US |