| dc.description.abstract |
Transisi menuju Rekam Medis Elektronik (RME) yang belum sepenuhnya tuntas menyebabkan perawat masih melakukan dokumentasi secara hybrid, yaitu menggunakan media kertas dan elektronik secara bersamaan. Praktik ini berpotensi meningkatkan beban kognitif akibat pencatatan pada dua media. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara praktik dokumentasi hybrid dengan beban kognitif perawat di ruang rawat inap RSU Anwar Medika. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 92 perawat yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner praktik dokumentasi hybrid dan instrumen NASA-TLX, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata praktik dokumentasi hybrid berada pada kategori tinggi (36,61) sedangkan beban kognitif perawat juga berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 71,18. Dimensi usaha (effort) merupakan komponen beban kognitif dengan rata-rata tertinggi (79,75). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara praktik dokumentasi hybrid dan beban kognitif perawat (r = 0,363; p < 0,000). Semakin tinggi praktik dokumentasi hybrid yang dilakukan perawat, semakin tinggi pula beban kognitif yang dirasakan. Optimalisasi implementasi RME secara penuh perlu dipertimbangkan untuk mengurangi beban kognitif perawat, meningkatkan efisiensi dokumentasi, dan mendukung keselamatan pasien. |
en_US |