| dc.description.abstract |
Manajemen resiko jatuh merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Kejadian pasien jatuh dapat menimbulkan cedera, memperpanjang lama perawatan, serta meningkatkan biaya pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen resiko jatuh oleh perawat di ruang rawat inap Kana Rumah Sakit Gatoel. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Pengkajian dilakukan selama tiga hari terhadap 13 perawat di ruang rawat inap Kana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen resiko jatuh belum dilaksanakan secara optimal dan sistematis. Seluruh perawat tidak melakukan assessment menggunakan Morse Fall Scale, tidak melakukan re-assessment setiap shift, serta tidak melakukan pendokumentasian assessment dan intervensi resiko jatuh. Pelaksanaan intervensi yang dilakukan sebagian besar hanya berupa edukasi kepada pasien dan keluarga (66,7%). Setelah dilakukan desiminasi Standart Operational Prosedur dan roleplay manajemen resiko jatuh, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan perawat dalam melakukan assessment, intervensi, dan pendokumentasian risiko jatuh. Diperlukan supervisi dan monitoring secara berkala untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan manajemen resiko jatuh sebagai bagian dari patient safety. |
en_US |