| dc.description.abstract |
Nyeri haid menjadi masalah yang sering dirasakan wanita ketika menstruasi. Gejala nyeri haid primer dapat berupa kram pada area perut bawah yang berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam pertama saat mulai menstruasi. Pemberian instan jahe merah seduh dipercaya dapat mengurangi nyeri haid, hal ini disebabkan karena adanya kandungan gingerol, shogaol, zingeron, paradol pada jahe merah yang memiliki efek analgesik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian instan jahe merah seduh terhadap penurunan intensitas nyeri haid pada santriwati (15-18 tahun) di pondok pesantren Miftahul Hikmah Alharuny. Desain penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan penelitian pre eksperimental dengan pendekatan One Group Time Series Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santriwati yang sedang haid. Teknik sampling penelitian ini yaitu non probability sampling dengan metode Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 27 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan Numeric Rating Scale. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value = 0,000<0,05 menunjukkan terdapat pengaruh pemberian instan jahe merah seduh terhadap penurunan intensitas nyeri haid pada santriwati (15-18 tahun) di pondok pesantren Miftahul Hikmah Alharuny. Dengan terapi non farmakologis berupa pemberian instan jahe merah merah seduh dengan dosis 25 gram dapat menurunkan nyeri haid. Adanya kandungan gingerol, shogaol dapat menekan produksi prostaglandin,sehingga dapat mengurangi kontraksi uterus yang berlebihan. Selain itu adanya kandungan zingeron, paradol dapat membantu merangsang tubuh untuk mengendalikan rasa nyeri dan menetralkan kram saat haid. Sehingga intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri haid. |
en_US |