| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Risiko jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia akibat penurunan keseimbangan, kekuatan otot, dan kemampuan mobilitas. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko jatuh adalah balance exercise.Tujuan: Menganalisis asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan risiko jatuh melalui penerapan balance exercise di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto.Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu lansia perempuan berusia 66 tahun dengan diagnosis keperawatan risiko jatuh. Intervensi dilakukan melalui penerapan balance exercise selama tiga hari. Evaluasi keseimbangan dilakukan menggunakan Berg Balance Scale (BBS).Hasil: Setelah dilakukan penerapan balance exercise, terjadi peningkatan kemampuan keseimbangan yang ditunjukkan dengan peningkatan skor Berg Balance Scale dari 40 (risiko jatuh sedang) pada hari pertama menjadi 50 (risiko jatuh rendah) pada hari kedua, dan 56 (keseimbangan normal) pada hari ketiga. Hasil tersebut menunjukkan adanya penurunan risiko jatuh serta peningkatan kemampuan mobilitas dan keseimbangan lansia.Kesimpulan: Penerapan balance exercise efektif meningkatkan keseimbangan tubuh dan menurunkan risiko jatuh pada lansia sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan gerontik.
Kata kunci: lansia, risiko jatuh, balance exercise, keseimbangan, asuhan keperawatan gerontik. |
en_US |