| dc.description.abstract |
Typhoid fever pada anak sering disertai hipertermia akibat pelepasan pirogen endogen yang
memengaruhi hipotalamus, sehingga bila tidak ditangani dapat meningkatkan risiko
dehidrasi dan menghambat penyembuhan. Tujuan penulisan ini adalah menganalisis
asuhan keperawatan pada anak dengan typoid fever melalui pemberian kompres hangat
(warm water bag) sebagai intervensi keperawatan dalam mengatasi hipertermia. Desain
yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan
(pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi) pada satu subjek yaitu Anak (8
tahun) dengan diagnosis Typhoid Fever disertai hipertermia. Instrumen berupa format
pengkajian anak, termometer tubuh, dan SOP kompres hangat warm water bag. Studi
dilaksanakan tanggal 27–29 Juni 2026 melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik,
dan dokumentasi. Setelah kompres hangat diberikan pada area aksila dan lipat paha selama
15–20 menit tiap kali demam meningkat, suhu tubuh menurun bertahap dari 38,9°C
menjadi 38,0°C, hingga 37,5°C dalam tiga hari, disertai pasien lebih tenang dan nafsu
makan membaik. Hal ini menunjukkan kompres hangat efektif sebagai intervensi
nonfarmakologis penurun suhu tubuh karena merangsang vasodilatasi perifer sehingga
mempercepat pelepasan panas dan meningkatkan kenyamanan anak selama penyembuhan. |
en_US |