| dc.description.abstract |
Tersedak merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan obstruksi jalan napas hingga kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Salah satu tindakan pertolongan pertama yang efektif adalah Heimlich Maneuver. Namun, kemampuan ibu rumah tangga dalam melakukan tindakan tersebut masih rendah karena kurangnya edukasi dan pelatihan. Metode simulasi merupakan salah satu pendekatan yang memungkinkan peserta memperoleh pengalaman praktik secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan metode simulasi terhadap kemampuan Ibu rumah tangga dalam melakukan Heimlich Maneuver di RT 05 RW 019 Desa Karanganyar, kecamatan Ambulu, Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang di gunakan yaitu sampling jenuh. Pengukuran kemampuan dilakukan menggunakan lembar observasi berdasarkan Standart Operational Procedure (SOP) Heimlich Maneuver. Di analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan edukasi, seluruh responden (100%) berada pada kategori tidak mampu melakukan Heimlich Maneuver. Setelah diberikan edukasi melalui metode simulasi, sebanyak (44,1%) responden meningkat dalam kategori mampu, sedangkan (55,9%) masih berada pada kategori tidak mampu. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan Heimlich Maneuver. Simulasi memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif dibandingkan penyampaian teori saja karena melibatkan praktik langsung, sehingga meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta. |
en_US |