| dc.description.abstract |
Kecemasan merupakan respons emosional yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan operasi akibat kekhawatiran terhadap prosedur pembedahan, anestesi, komplikasi, maupun risiko yang mungkin terjadi. Kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan frekuensi pernapasan sehingga berpotensi mengganggu kelancaran tindakan operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi spiritual murottal Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi spiritual murottal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSU Al-Islam H.M. Mawardi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) dan dianalisis menggunakan uji Marginal Homogeneity. Sebelum diberikan terapi spiritual murottal Al-Qur’an, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 23 responden (76,7%), sedangkan setelah diberikan terapi sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 21 responden (70,0%). Hasil analisis menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh terapi spiritual murottal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi. Terapi spiritual murottal Al-Qur’an terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi karena memberikan efek relaksasi, meningkatkan ketenangan, serta membantu menstabilkan respons fisiologis tubuh. Oleh karena itu, terapi spiritual murottal Al-Qur’an dapat digunakan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan pada pasien pre operasi. |
en_US |