| dc.description.abstract |
Kondisi mual muntah selama kehamilan atau emesis gravidarum kerap dikeluhkan oleh wanita pada trimester pertama. Jika dibiarkan tanpa penanganan, hal ini berpotensi mengganggu kenyamanan ibu, sehingga diperlukan solusi non-farmakologi seperti konsumsi ginger biscuits yang mengandung antiemetik dari jahe. penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh pemberian ginger biscuits dalam menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di lingkup Puskesmas Kupang, Kabupaten Mojokerto. Desain yang diterapkan pre-experimental dengan one group pretest-posttest, melibatkan 25 ibu hamil trimester pertama dengan emesis gravidarum yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa konsumsi ginger biscuits sebanyak 6 keping setiap harinya saat merasa mual selama kurun waktu 3 hari. Pengukuran tingkat mual muntah dilakukan dengan pretest dan posttest menggunakan kuesioner PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emesis). Hasil Penelitian mengindikasikan bahwa sebelum intervensi, mayoritas sampel mengalami mual muntah sedang (88%). Setelah 3 hari masa pemberian intervensi, proporsi responden yang tidak mual muntah mencapai 44%, ringan sebesar 48%, dan 6% pada tingkat sedang. Hasil pengolahan data melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Pemberian intervensi ginger biscuits efektif menurunkan emesis gravidarum. Senyawa aktif pada jahe seperti gingerol dan shagaol bekerja dengan cara merangsang peningkatan motilitas lambung, mempercepat pengosongan lambung, serta menekan aktivitas reseptor serotonin yang berperan dalam menurunkan refleks mual muntah. Selain itu, kandungan pada biskuit seperti protein dan karbohidrat membantu menambah sumber energi pada ibu hamil, menjadikannya alternatif terapi mandiri yang praktis, efisien, dan aman. |
en_US |