| dc.description.abstract |
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan hemodialisis sebagai terapi pengganti ginjal yang paling banyak digunakan. Selama hemodialisis, pasien berisiko mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat ultrafiltrasi dan pergeseran cairan tubuh secara cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui representatif hemodinamik pasien hemodialisis di RSI Sakinah Mojokerto pada fase pre, intra, dan post. Desain penelitian adalah observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik consecutive sampling terhadap 45 responden dari 220 populasi. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, suhu, SpO₂, dan MAP, kemudian dianalisis secara deskriptif (mean, median, modus, SD). Responden didominasi laki-laki (51,1%), berusia >40 tahun (64,4%), dan menjalani hemodialisis 1-3 tahun (40,0%). Rata-rata tekanan darah sistolik/diastolik menurun dari 150,82/89,27 mmHg (pre) menjadi 124,29/83,67 mmHg (intra) dan 120,91/77,20 mmHg (post), diikuti penurunan MAP dari 109,84 menjadi 97,11 dan 91,80 mmHg. Frekuensi nadi meningkat dari 84,22 menjadi 88,80 x/menit sebelum turun menjadi 78,49 x/menit, sementara suhu tubuh dan saturasi oksigen tetap dalam rentang normal. Status hemodinamik pasien bersifat fluktuatif dengan periode paling rentan pada fase pre hingga intra, sehingga diperlukan pemantauan hemodinamik yang ketat pada kedua fase tersebut.. |
en_US |