| dc.description.abstract |
Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami tantangan psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat mengurangi kesejahteraan spiritual. Coping mechanism dianggap sebagai strategi positive untuk mengelola stres terkait penyakit, bukti hubungannya dengan spiritual well-being di lingkungan puskesmas masih terbatas. Studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 30 ODHA di Puskesmas Lespadangan Mojokerto, Indonesia. Responden direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Coping mechanism dan spiritual well-being diukur menggunakan Brief RCOPE dan spiritual well-being scale (SWBS). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman-rho. Koping religius secara signifikan berhubungan dengan kesejahteraan spiritual (p = 0,001; r = 0,665). Menunjukkan korelasi positif yang kuat. Partisipan dengan strategi koping keagamaan yang lebih adaptif melaporkan kesejahteraan spiritual yang lebih tinggi. Strategi koping keagamaan yang adaptif dikaitkan dengan kesejahteraan spiritual yang lebih baik di antara ODHA. Mengintegrasikan penilaian dan konseling spiritual ke dalam perawatan HIV dapat meningkatkan layanan keperawatan holistik dan mendukung adaptasi psikologis dan spiritual pasien. |
en_US |