| dc.description.abstract |
Bullying masih menjadi permasalahan dalam interaksi sosial remaja, termasuk pada lingkungan pondok pesantren. Intensitas interaksi yang tinggi antar santri putra dalam kehidupan berasrama dapat berkaitan dengan kualitas peer attachment dan pengalaman bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan bullying pada santri putra di Pondok Pesantren Darul Dakwah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 233 santri putra, dengan sampel sebanyak 147 santri putra yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah peer attachment, sedangkan variabel dependen adalah bullying. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Peer Attachment Scale (PAS) untuk mengukur tingkat kelekatan dengan teman sebaya dan Multidimensional Peer Victimization Scale (MPVS) untuk mengukur pengalaman responden sebagai korban bullying dari teman sebaya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho dengan bantuan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak (52,4%) responden mengalami peer attachment tinggi, dan sebanyak (83%) mengalami bullying rendah. Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai p = 0,001, α=(<0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,274. Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan yang lemah dan negatif antara peer attachment dengan bullying pada santri putra. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas hubungan teman sebaya yang ditandai dengan adanya kepercayaan, komunikasi, dan rendahnya keterasingan dapat berkaitan dengan rendahnya bullying. Santri putra disarankan untuk meningkatkan hubungan positif dengan teman sebaya melalui komunikasi yang baik, saling percaya, dan memberikan dukungan satu sama lain. Pihak pondok pesantren disarankan untuk memperkuat pembinaan hubungan sosial antar santri sebagai upaya pencegahan bullying. |
en_US |