| dc.description.abstract |
Siswa SMA sering dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik, seperti beban tugas, persaingan belajar, tuntutan memperoleh nilai yang tinggi yang berpotensi menimbulkan stres akademik. Regulasi emosi salah satu kemampuan yang dapat membantu siswa mengelola emosi sehingga mampu menghadapi tekanan akademik secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan stres akademik pada siswa SMA Negeri 1 Sooko Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 837 siswa, dengan sampel sebanyak 271 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi dan Educational Stress Scale For Adolesscents (ESSA) untuk mengukur stres akademik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki regulasi emosi kategori sedang sebanyak 173 responden (63,8%) dan stres akademik kategori sedang sebanyak 195 responden (72%). Hasil uji spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dengan stres akademik (p-value = 0,000; α < 0,05; r = -0,285), arah hubungan negatif dengan kekuatan lemah. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi kemampuan regulasi emosi yang dimiliki siswa, maka semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami. Penelitian ini mengindikasikan bahwa regulasi emosi merupakan faktor yang berperan dalam membantu siswa mengelola tekanan akademik, sehingga penguatan regulasi emosi melalui dukungan sekolah dan keluarga dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan tingkat stres akademik pada siswa. |
en_US |