| dc.description.abstract |
Stres akademik merupakan kondisi tekanan psikologis yang sering dialami siswa akibat meningkatnya tuntutan akademik, terutama pada siswa kelas X yang sedang mengalami masa transisi dari jenjang pendidikan sebelumnya. Resiliensi akademik menjadi kemampuan yang penting dimiliki siswa agar mampu beradaptasi, bertahan, dan bangkit dalam menghadapi berbagai tantangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres akademik dengan resiliensi akademik pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Populasi sebanyak 359 siswa dan sampel penelitian berjumlah 189 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) dan Academic Resilience Scale (ARS-30). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98 siswa (51,9%) memiliki tingkat stres akademik tinggi dan 91 siswa (48,1%) memiliki tingkat stres akademik sedang. Sebanyak 134 siswa (70,9%) memiliki tingkat resiliensi akademik sedang dan 55 siswa (29,1%) memiliki tingkat resiliensi akademik tinggi. Hasil analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05 antara stres akademik dengan resiliensi akademik menunjukkan nilai (p = 0,000; r = -0,408), yang berarti hubungan negatif dengan kekuatan sedang. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi stres akademik yang dimiliki siswa, semakin rendah resiliensi akademik yang dimilikinya, maka terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan resiliensi akademik pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Ngimbang Kabupaten Lamongan. Penelitian ini mengindikasikan perlunya upaya dari pihak sekolah untuk mengembangkan strategi yang dapat menurunkan stres akademik sekaligus meningkatkan resiliensi akademik siswa |
en_US |