| dc.description.abstract |
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada wanita usia reproduksi dan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan metabolik maupun kesehatan reproduksi. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya obesitas adalah tingkat aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang rendah menyebabkan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi sehingga meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan derajat obesitas pada wanita usia reproduksi di GOR A Yani Kota Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia reproduksi 20-29 tahun yang melakukan aktivitas fisik di GOR A Yani Kota Mojokerto. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah populasi tidak diketahui secara pasti sehingga besar sampel ditentukan menggunakan rumus Cochran dan diperoleh sebanyak 97 responden. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF). Derajat obesitas diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik berat sebanyak 63 responden (64,9%). Berdasarkan derajat obesitas, sebagian besar responden berada pada kategori overweight sebanyak 50 responden (51,5%), obesitas derajat I sebanyak 34 responden (35,1%), dan obesitas derajat II sebanyak 13 responden (13,4%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,001 dengan r = -0,338, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan derajat obesitas pada wanita usia reproduksi. Semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, semakin rendah derajat obesitas yang dimiliki. |
en_US |