| dc.description.abstract |
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak masa kehamilan. Status gizi ibu saat hamil berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga kekurangan gizi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 12–36 bulan di Desa Gebangmalang, Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–36 bulan. Sampel penelitian sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah status gizi ibu saat hamil berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil Penelitian hampir setengah ibu memiliki status gizi normal saat hamil sebanyak 37 responden (38,1%). Hampir seluruhn balita kategori kejadian stunting berdasarkan TB/U termasuk kategori normal sebanyak 81 responden (83,5%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,001 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,341, yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan rendah antara status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi ibu selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Semakin baik status gizi ibu saat hamil, maka semakin baik pula pertumbuhan linear anak sehingga risiko terjadinya stunting semakin rendah. |
en_US |